MAGELANG -- Untuk memastikan pohon penghijauan yang ditanam di sepanjang aliran
sungai di wilayah Desa Keningar Kecamatan Dukun telah dilaksanakan pengecekan
oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung ( BPDASHL )
dipimpin oleh Taufik dari dinas BPDASHL Serayu Opak dan Progo Yogyakarta. Rabu
(5/9)
Tujuan dilaksanakan pengecekan ini
adalah untuk memantau dan memastikan sampai sejauh mana tanaman penghijauan
tumbuh dan berkembang, sehingga bisa sebagai bahan laporan kepada pimpinan
bahwa penghijauan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Pebruari 2016 yang
lalu benar dan diharapkan bisa berguna bagi masyarakat yang tinggal di daerah
aliran sungai.
Menurut Taufik 40 tahun petugas BPDASHL
bahwa dari jumlah bibit yang di tanam terdiri dari bibit Pohon Jati 221
batang, bibit Pohon Mahoni 247, bibit Pohon Suren 183 batang dan
bibit Pohon Asem Jawa 174 batang.
"Sekitar 40% tumbuh subur dan baik
sedangkan sisanya mati, harapan kami masyarakat bisa merawat tanaman tersebut
dan jangan sampai ditebang sehingga bisa menjadi besar dan bermanfaat untuk
lingkungan" imbuhnya.
Batituud Koramil 15/Dukun Serma Eka
Widiyanta menambahkan " masyarakat harus bisa merawat pohon penghijauan
yang ditanam karena tanaman penghijauan tersebut manfaatnya sangat banyak
apalagi ditanam di sepanjang bantaran sungai.
“Disamping untuk penghijauan, tanaman ini
apabila sudah besar bisa menyerap air hujan, menjadikan bantaran sungai menjadi
lebih kuat dan apabila terjadi hujan bisa menahan air sehingga mengurangi
resiko banjir serta bisa penahan tanah agar tidak terjadi longsor” kata Eka
Widiyanta.
Sementara Giyanto (35) tahun salah warga
Desa Keningar berharap mungkin pada saat musim penghujan dari dinas terkait
atau pihak swasta bisa mendukung bibit tanaman untuk menyulam atau menggantikan
tanaman yang mati sehingga daerah aliran sungai bisa hijau kembali. (pendimmgl)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar