MAGELANG-- Bertempat
di Balai desa Tanjunganom Kecamatan Salaman Danramil 20/Salaman Kapten Inf Adi
Sanyoto memberikan materi Radikalisme dalam kegiatan Sarasehan atau Dialog
Tematik Keserasian Sosial di Desa Tanjunganom. Senin (17/09)
Kegiatan sarasehan atau
dialog tematik keserasian sosial di Desa Tanjunganom yang juga di hadiri dari
Dinas Sosial PPPA dan PPKB Kabupaten Magelang tersebut dibuka okeh Camat
Salaman Joni Indarto AP. MSi. yang diikuti 100 orang warga Desa Tanjunganom.
Dalam sambutanya Camat
Salaman mengajak seluruh masyarakat Desa Tanjunganom khususnya dan seluruh
masyarakat Kecamatan Salaman agar senantiasa menjaga dan meningkatkan persatuan
dan kesatuan dengan memupuk keserasian ditengah keberagaman masyarakat Salaman.
Sementara itu didepan
peserta Sarasehan/Dialog Tematik Keserasian Sosial Desa Tanjunganom Ta 2018.
Danramil Salaman dalam sajian materinya menyampaikan penghargaan dan aprisasi
kepada masyarakat Desa Tanjunganom dimana mereka sangat antusias dan perhatian dalam
rangka menyambut dan memeriahkan peringatan hari Kemerdekaan Republik lndonesia.
“Luar biasa meriah, ini
terlihat dari meriahnya Umbul-umbul dan bendera merah putih yang terpasang di
disepanjang jalan-jalan dusun. Terlihat hal sederhana akan tetapi dapat dijadikan
sebagai salah satu barometer jiwa
nasionalisme suatu masyarakat, Kita bisa
lakukan berbagai aktivitas sekarang ini karena kita sudah merdeka maka sudah
seharusnya menghargai segala perjuangan
para pendahulu bangsa” Kata Danramil Salaman.
Kemudian Adi Sanyoto
mengingatkan kepada peserta bahwa kita harus terus memupuk rasa persatuan dan
kesatuan bangsa, memantapkan Pancasila sebagai idiologi bangsa. Harus diwaspadai
bahwa tantangan dan ancaman terhadap disintegrasi bangsa akan terus ada dengan
berbagai ragam dan bentuknya. Diantara ancaman yg perlu di waspadi adalah
ancaman dari kelompok radikalisme yaitu suatu kelompok orang yang menginginkan
perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan
cara-cara kekerasan, baik itu radikalal kiri,
radikal kanan maupun radikal lainnya dengan ciri-ciri diantaranya mereka
Intoleran, Fanatik, menggunakan cara
kekerasan dan Revolusioner.
Dalam kata penutup Kapten
lnf Adi Sanyoto mengajak agar masyarakat
menjaga diri dan keluarga untuk tidak mudah terbawa ajakan kelompok tertentu
yang tidak jelas dasar dan tujuannya.
“Tingkatkan kepedulian dan
kewaspadaan sehingga apabila ada indikasi munculnya kelompok radikal di wilayah
untuk segera dilaporkan, Senatiasa pedomani nilai-nilai luhur ajaran agama dan
Pancasila sebagai rujukan atau panduan
dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat berbangsa dan bernegara” pungkasnya.
(pendim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar