MAGELANG – Danramil beserta Anggota personil Koramil 08/Pakis Kodim 0705/Magelang,
berbaur bersama ribuan warga mengikuti kegiatan Pengajian dan Penancapan Tombak
Kalimosodo Syech Subakir, sebagai rangkaian dari Perayaan Tahun Baru
Islam 1 Muharram 1440 H/2018 M di Puncak Gunung Balak Desa Losari Kecamatan
Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa kemarin (11/09).
Perayaan Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M
ini merupakan kegiatan tradisi yang diselenggarakan oleh Jamaah Wanakib Pondok
Pesantren Surya Buana Pakis, dibawah asuhan KH. Kanjeng Sirulloh, begitu ramai
dengan dihadiri tidak kurang dari 6.000 orang yang memadati tempat itu. Dalam
pelaksanaanya, pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
dan disusul lagu Rayuan Pulau Kelapa, sehingga semakin menambah semaraknya
suasana.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini
adalah, guna memperingati masuknya Islam di tanah Jawa yang disiarkan oleh
Syech Subakir dan juga dalam rangka untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan
segenap jamaah Wanakib Ponpes Surya Buana dan warga umat Islam di wilayah
Pakis.
Disampaikan oleh Pimpinan Ponpes Surya
Buana Pakis KH. Kanjeng Sirulloh, dalam ceramahnya menyampaikan ucapan syukur
Alhamdullilah dalam rangka memperingati tahun baru Islam ini kita bisa
bersilaturahmi berkumpul di puncak Gunung Balak, untuk mengingatkan kepada kita
semua tentang masuknya Islam di tanah Jawa yang salah satunya di sebarkan oleh
Syech Subakir. Dan juga melalui kegiatan ini semoga semua bisa mendapatkan dan
memanfaatkannya dari peringatan tahun baru Islam ini.
Hikmah terbesar dari tahun baru Islam
yaitu untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan sesuai dengan tuntunan Nabi
Muhammad SAW, kita hidup di negara yang bermacam-macam suku, ras dan agama kita
bisa merangkul dari semua perbedaan itu karena kita bersatu di bawah naungan
Bhineka Tunggal Ika.
Keberadaan Budaya ataupun suku yang
berbeda-beda di Indonesia bukan menjadi halangan untuk tetap selalu menjaga
persatuan dan kesatuan sampai saat ini, agar Negara Kesatuan Republik Indonesia
tetap berdiri tegak, para ulama dan TNI, Polri, serta seluruh komponen
masyarakat yang ada selalu selaras dalam memperjuangkannya. Ulama berjuang
dengan perkataan sedangkan TNI/Polri berjuang dengan tindakan.
"Sabar mudah diucapkan tapi sulit
untuk dilaksanakan, Rasullah SAW selalu mengajarkan tentang kesabaran dalam
perjuangan dan kehidupan karena itu semua adalah ujian bagi kita," papar
Kanjeng Sirulloh.
Hikmah dari peringatan Tahun Baru Islam
selain persatuan yaitu adalah kesabaran, dalam kehidupan kita banyak mengalami
lika liku permasalahan dan kita dituntut selalu bersabar dalam berdoa karena
Alloh SWT tidak akan memberikan sesuai keinginan kita, tetapi Alloh SWT akan
memberikan sesuai kebutuhan kita. Makna salah satu dalam persatuan yaitu
seberat apapun pekerjaan, persoalan atau permasalahan kalau kita bersatu semua
akan terselesaikan dengan mudah.
“Dengan semakin bertambahnya tahun tanpa
kita sadari jatah kehidupan kita tambah berkurang dan kita semakin tua, mau
tidak mau kita semakin mendekati ajal kematian, oleh karena itu mari kita
bersama tingkatkan ibadah kita untuk dijadikan bekal kita menghadap ke Yang
Maha Kuasa,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu pula Danramil
08/Pakis, Kapten Cpl Bambang Masrukin yang hadir dalam acara, menyampaikan
bahwa dalam peringatan ini kita semua bisa mengambil hikmah yang dapat
dijadikan bekal, baik secara pribadi, dalam kehidupan keluarga maupun dalam
melaksanakan tugas kedepan.
"Ilmu pengetahuan tanpa Agama itu
buta dan Agama tanpa pengetahuan itu lumpuh, maka dari itu mari kita simak
secara seksama dan kita hayati hikmah dari tausiyah yang sudah disampaikan tadi
oleh penceramah, sebagai pedoman dan pendorong semangat dalam mengarungi
kehidupan yang akan kita jalani," ungkap Danramil.
Sebagai puncak dari kegiatan tersebut
adalah dengan di tancapkanya "Tombak Kalimosodo" di tempat petilasan
Syech Subakir, oleh KH. Kanjeng Sirulloh dan ditutup pembacaan Do'a. (pendim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar